Sore itu, Adit dan Adel kedatangan Bang Jarwo dan Bang Sopo yang dipercaya untuk menjaga rumah sementara Ayah dan Bunda keluar. Tak hanya sekadar menjaga, Bang Jarwo juga menerima pesan penting dari orang tua Adit: menutup pintu dan jendela saat sore menjelang, memastikan kompor dalam kondisi mati, dan tentu saja menjaga Adel dari serangan nyamuk.
Pesan itu dijalankan dengan penuh semangat oleh Bang Jarwo. Ia bahkan memeriksa satu per satu sudut rumah layaknya pasukan penjaga. Di balik canda dan gaya khasnya, terlihat bahwa ia benar-benar serius menjaga kenyamanan dan keamanan si kecil Adel.
Malam pun datang, dan saat semua mulai tenang, mendadak suasana berubah. Bang Jarwo dan Bang Sopo dikejutkan oleh suara mencurigakan. Mereka bergegas menyelidiki, hanya untuk mendapati seekor kucing menjadi penyusup tak diundang. Namun gangguan belum selesai. Sekelompok nyamuk mulai menyerang, membuat Bang Jarwo harus sigap menutup pintu dan melindungi Adel.
Dengan gaya kocak khasnya, Bang Jarwo bergerak cepat demi menjaga kenyamanan sang bocah. Meski harus menahan gatal karena gigitan nyamuk, ia tetap setia menjalankan amanah. Bagi Bang Jarwo, menjaga anak orang adalah tanggung jawab besar—dan nyamuk pun bukan halangan.
Episode ini menyuguhkan kombinasi antara komedi, tanggung jawab, dan kasih sayang dalam bentuk paling sederhana. Bukan hanya hiburan, tetapi juga pelajaran soal amanah dan perhatian terhadap hal kecil yang berdampak besar.

