Bang Jarwo mendadak jadi pedagang tahu sumedang! Awalnya, ia memborong tahu dari Kang Tahu dengan alasan stok kedelai yang sedang langka. Namun bukan untuk dibagikan, tahu-tahu malah dijual lagi dengan harga tinggi: tiga tahu seharga tiga puluh ribu!
Warga yang sempat berharap bisa membeli, seperti Pak Dasuki, akhirnya mundur karena mahalnya harga. Adit dan warga lain yang mencari tahu sumedang juga keheranan, terutama saat tahu kalau yang jual adalah Bang Jarwo sendiri. Meskipun Bang Jarwo berdalih soal bisnis dan untung, Pak Haji menegaskan bahwa berdagang tetap harus beretika dan berkeadilan.
Tahu-tahu, semua tahu Bang Jarwo kehabisan pembeli. Untungnya, Pak Haji turun tangan. Tahu yang tersisa dibagikan kepada warga secara adil lewat bantuan Adit. Bang Jarwo akhirnya hanya bisa terdiam melihat tahunya dibagi-bagikan, dan pelajaran pun datang: untung boleh, tapi jangan bikin orang lain rugi.

