Bang Jarwo melihat peluang saat tahu Sumedang sedang langka. Ia memborong tahu lalu mencoba menjual kembali dengan harga tinggi, berharap mendapat keuntungan besar. Sayangnya, harga yang terlalu mahal justru membuat pembeli mundur satu per satu.
Meski Bang Sopo sempat mengingatkan, Bang Jarwo tetap keras kepala dan menganggap ini bagian dari strategi bisnis. Namun situasi berubah ketika Pak Haji datang dan mengetahui cara jualan tersebut.
Pak Haji langsung menegur dan mengingatkan bahwa dalam berdagang bukan hanya soal untung, tapi juga harus memperhatikan kejujuran dan kepantasan harga. Akhirnya, tahu-tahu tersebut dibagikan kepada warga yang membutuhkan.
Pesannya, mencari keuntungan itu boleh, tapi harus tetap menjaga kejujuran dan tidak merugikan orang lain.

