Bang Jarwo ingin membuktikan bahwa dirinya mampu membantu warga Kampung Karet Berkah tanpa mengharapkan pujian. Bersama Bang Sopo, ia berinisiatif membantu persiapan renovasi pos ronda secara diam-diam. Namun, niat baik tersebut justru menimbulkan masalah karena Bang Jarwo tidak memahami pekerjaan yang sebenarnya harus dilakukan.
Tanpa bertanya terlebih dahulu, Bang Jarwo memotong kayu baru milik Pak Anas, menghancurkan asbes baru milik Pak Dasuki, serta membuang cat dan kaleng yang masih dibutuhkan. Ia mengira semua barang tersebut sudah tidak terpakai. Bang Jarwo bahkan merasa bangga karena berhasil membantu tanpa diketahui pemiliknya.
Ketika Pak Anas dan Pak Dasuki mengetahui barang-barang mereka rusak dan hilang, keduanya langsung mengadu kepada Pak Haji Udin. Warga pun kebingungan mencari pelakunya, sementara Pak Haji mulai menyadari bahwa tindakan Bang Jarwo menjadi penyebab kekacauan tersebut.

