Adit bersama Denis dan Ucup sedang asyik mencoba mobil mainan bertenaga angin. Namun, mobil tersebut tidak dapat melaju seperti yang mereka harapkan. Bang Jarwo yang kebetulan lewat menawarkan bantuan untuk memperbaiki mainan tersebut dan meminta anak-anak menunggunya di lapangan.
Melihat peluang mendapatkan uang, Bang Jarwo memanfaatkan botol plastik bekas untuk membuat mobil mainan yang lebih menarik. Adit dan teman-temannya merasa senang melihat hasilnya, tetapi mereka terkejut ketika Bang Jarwo meminta bayaran tanpa memberitahukan sebelumnya bahwa mainan tersebut dijual.
Pak Haji Udin kemudian menegur Bang Jarwo karena tidak menjelaskan niatnya sejak awal. Masalah semakin rumit ketika botol plastik yang digunakan ternyata milik Pak Anas dan Bang Mamat untuk keperluan tanaman hidroponik. Bang Jarwo pun diminta bertanggung jawab, sementara Adit dan teman-temannya akhirnya dapat menikmati permainan mobil-mobilan bersama.

