Hari itu, Bang Jarwo terlihat murung dan gelisah. Wajahnya pucat, tangannya memegangi perut sambil meringis kesakitan. Rupanya ia sembelit karena kebanyakan makan tanpa memperhatikan serat. Sopo yang setia menemaninya hanya bisa kebingungan sambil mencoba menenangkan bosnya itu.
Adit yang tahu kabar Bang Jarwo sakit langsung datang membantu. Ia mengingatkan bahwa sembelit bisa diatasi dengan makan buah, terutama pepaya. Ucup dan Denis pun berinisiatif pergi ke kebun Pak Haji untuk memetik pepaya segar. Setelah makan buah itu, Bang Jarwo perlahan merasa lebih baik, dan semua pun tertawa lega.
Dari kejadian ini, Bang Jarwo sadar bahwa menjaga pola makan itu penting. Kesehatan bukan hanya soal kenyang, tapi juga keseimbangan dan kebiasaan baik setiap hari.

