Adit yang sedang sedih tetap ikut mengantar barang bersama Bang Jarwo dan Sopo. Saat fokus mereka terpecah, barang pesanan hampir tertinggal dan situasi makin kacau ketika bemo tiba-tiba berjalan sendiri tanpa kendali. Dalam kepanikan, Adit sigap memegang setir dan berusaha mengarahkan agar tidak menabrak warga. Meski sempat membuat semua tegang, usahanya membantu mencegah keadaan menjadi lebih buruk.
Setelah keadaan aman, Adit mengaku sedih karena kalah lomba dan merasa bersalah. Bang Haji menenangkan bahwa menang atau kalah itu biasa, yang penting sudah berusaha maksimal dan jujur. Bang Jarwo pun akhirnya menyadari niat baik Adit meski caranya masih kurang tepat. Kesalahan bisa terjadi, tetapi keberanian bertanggung jawab dan belajar darinya adalah yang membuat seseorang semakin dewasa.

