Suasana Kampung Karet Berkah dimulai dengan kebersamaan Adit, Ucup, dan keluarga yang menikmati yoho ice cup rasa buah yang segar. Namun di sisi lain, Bang Jarwo harus menghadapi hari yang penuh cobaan. Mulai dari ditegur Kang Ujang karena pekerjaan, hingga komisinya dipotong Babacang karena keterlambatan. Rentetan masalah itu membuat hatinya goyah dan merasa hidupnya selalu sial. Saat melihat pelangi di langit, Jarwo justru terbawa perasaan dan hampir mengambil keputusan gegabah karena merasa putus asa.
Beruntung Adit, Sopo, dan Pak Haji segera menyadarkan. Mereka mengingatkan agar Jarwo tidak egois dan tetap beristigfar karena setiap masalah pasti ada jalan keluarnya. Jarwo pun tersadar dan kembali tenang. Seberat apa pun ujian hidup, jangan pernah putus asa karena setelah hujan selalu ada pelangi sebagai tanda harapan.

