Bang Jarwo tiba-tiba memilih lebih banyak diam setelah ditegur Pak Haji karena beberapa tindakannya kerap membuat warga kurang nyaman. Sikapnya yang tidak banyak bicara membuat Babacang dan Pak Haji mengira Bang Jarwo sedang tersinggung.
Saat menjaga warung, Bang Jarwo bahkan melayani pembeli tanpa banyak berkata-kata. Adit yang datang membawa daftar belanja Bunda juga dibuat heran karena Bang Jarwo hanya memberikan barang-barang pesanannya dengan tenang.
Ternyata, diamnya Bang Jarwo bukan karena marah ataupun sedang menjalani puasa bicara. Ia sengaja menghemat suara karena akan mengikuti final lomba karaoke di kelurahan sebelah.
Cerita ini mengingatkan bahwa diam memang bisa menjadi pilihan yang baik pada waktu tertentu, tetapi jangan terburu-buru menyimpulkan alasan seseorang sebelum mengetahui keadaan sebenarnya.

