Mengantar Kak Mei Kuliah, Bikin Hati Bang Jarwo Merekah | Adit & Sopo Jarwo

Pagi itu Adit sudah bersiap mengantar daftar belanjaan bunda, sementara Bang Jarwo dan Sopo pun buru-buru hendak pergi ke warung Kang Ujang. Namun suasana berubah ketika Kak Mei muncul hendak berangkat kuliah. Bang Jarwo yang biasanya santai langsung gelagapan—bahkan sampai menyuruh Sopo pindah kursi hanya agar terlihat lebih rapi di depan Kak Mei.

Kak Mei kemudian meminta tolong Adit untuk menemani sampai depan gang. Adit membawa sepeda seperti biasa, namun belum jauh berjalan, ban sepeda bocor dan membuat Kak Mei terhenti. Tepat saat itulah Bang Mamat lewat dan bersedia mengantar Kak Mei ke kampus sekaligus menuju bengkel. Adit pun lega.

Sementara itu, Bang Jarwo justru kecewa karena merasa kehilangan kesempatan mengantar Kak Mei sendiri. Tapi Pak Anas mengingatkan bahwa membantu Adit menambal ban juga sama pentingnya dan tetap berpahala. Barulah Bang Jarwo sadar bahwa membantu siapa pun—besar atau kecil—tetap berarti.

Amanat: Kebaikan tidak diukur dari kepada siapa kita membantu. Menolong siapa saja dengan tulus selalu bernilai baik dan berpahala.

Tinggalkan BalasanCancel reply