Bang Jarwo dan Sopo mendapat tugas mengantar telur pesanan Bunda sekaligus menjaga Adel. Namun di tengah jalan, Jarwo tergoda menerima berbagai pekerjaan lain demi mengurangi utang dan menambah rezeki. Ia membantu Kang Ujang, menerima permintaan membetulkan teras rumah, hingga menunda pengantaran telur. Akibat terlalu banyak janji dan kurang fokus, telur yang dibawa justru terancam pecah dan situasi menjadi kacau.
Saat semuanya hampir berantakan, Pak Haji mengingatkan bahwa janji harus ditepati dan tidak boleh asal diucapkan tanpa mempertimbangkan kemampuan. Jarwo pun menyadari kesalahannya karena terlalu memaksakan diri. Janji adalah amanah, maka sebelum berjanji pastikan mampu menepatinya agar tidak merugikan diri sendiri dan orang lain.

