Adit mendapat tugas dari Bunda untuk membeli berbagai bahan kue di warung Baba Cang. Saat menunggu pesanannya disiapkan, Adit menawarkan diri mengantarkan Li Mei yang hendak berangkat kuliah menggunakan sepeda. Namun, niat baik tersebut justru berujung masalah ketika ban sepeda Adit tiba-tiba bocor di perjalanan.
Beruntung, Bang Mamat datang dan bersedia mengantarkan Li Mei ke kampus. Sementara itu, Bang Jarwo yang sejak awal ingin mengantar Li Mei justru kecewa karena kehilangan kesempatan tersebut. Ketika diminta membantu Adit membawa sepeda ke tempat tambal ban, Bang Jarwo sempat mencari alasan untuk menghindar.
Pak Haji Udin kemudian menasihati Bang Jarwo bahwa membantu orang yang sedang kesulitan juga merupakan perbuatan baik yang mendatangkan pahala. Bang Jarwo akhirnya bersedia menolong Adit meskipun harus mengesampingkan keinginannya sendiri. Kejadian ini menjadi pelajaran tentang ketulusan dalam membantu sesama.

