Pak Haji mengajak warga Kampung Karet Berkah belajar mengubah sampah menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat. Ia menjelaskan perbedaan sampah organik dan nonorganik agar warga tidak lagi membuang atau mencampurkan sampah sembarangan.
Sampah organik seperti daun kering dapat diolah menjadi pupuk untuk menyuburkan tanaman. Sementara botol plastik, kaleng, dan sampah nonorganik lainnya bisa dimanfaatkan menjadi berbagai kerajinan bernilai guna. Ucup bahkan berhasil membuat mobil-mobilan dari botol plastik bekas.
Melalui kegiatan bersama tersebut, warga menyadari bahwa sampah yang dikelola dengan tepat bukan hanya membuat lingkungan lebih bersih, tetapi juga dapat menghasilkan barang yang bermanfaat.
Pak Haji mengajarkan bahwa dengan kreativitas dan kepedulian terhadap lingkungan, sesuatu yang dianggap sampah ternyata bisa diubah menjadi berkah.

