Bang Jarwo menerima sebuah surat yang diberikan Kalimei. Karena diberikan secara diam-diam dan disertai senyuman, Bang Jarwo langsung mengira surat tersebut adalah surat cinta untuknya. Ia bahkan meninggalkan warung kepada Sopo agar bisa membaca surat itu dengan tenang.
Dengan penuh harapan, Bang Jarwo akhirnya membuka surat tersebut. Namun ternyata isinya bukan ungkapan cinta, melainkan pemberitahuan mengenai kegiatan fogging untuk mencegah demam berdarah di kampung.
Kesalahpahaman itu membuat Bang Jarwo terlambat menyadari pentingnya informasi dalam surat hingga akhirnya harus ikut membantu kegiatan warga.
Cerita ini mengajarkan agar tidak terburu-buru mengambil kesimpulan sebelum mengetahui fakta yang sebenarnya.

