Episode ini menampilkan suasana penuh petualangan ketika Adit dan Dennis diminta mencari daun tapak liman untuk tugas sekolah membuat herbarium. Meski Bunda sudah mengingatkan agar hati-hati dan segera pulang sebelum magrib, rasa penasaran membuat Adit dan Dennis melangkah ke dalam hutan kota.
Di tengah perjalanan, Dennis merasa takut, namun Adit terus memberikan semangat. Mereka akhirnya menemukan daun tapak liman yang dicari. Sayangnya, tanda berupa remah roti yang mereka sebarkan sebagai penunjuk jalan hilang begitu saja. Situasi ini membuat Dennis semakin panik hingga muncul bayangan seolah ada monster di sekitar mereka.
Adit, dengan tenang, mencoba meyakinkan Dennis bahwa ketakutan tidak boleh menghalangi langkah mereka. Justru dengan keberanian, mereka bisa menghadapi apa pun yang menakutkan. Ternyata, yang membuat suasana mencekam hanyalah ulah Ucup yang sengaja menggodanya. Ucup, yang memang sering bermain di hutan kota karena bapaknya bertugas menjaga kawasan tersebut, kemudian menemani mereka agar tidak lagi takut.
Cerita ini mengajarkan bahwa keberanian dan menjaga kebersihan lingkungan adalah hal penting yang tidak boleh dilupakan. Ucup bahkan menegur bahwa membuang sampah sembarangan bisa menimbulkan masalah, mengingat pesan Pak Haji Udin bahwa kebersihan adalah sebagian dari iman.
Kisah ditutup dengan semangat persahabatan, ketika Adit, Dennis, dan Ucup akhirnya pulang bersama, saling menguatkan satu sama lain. Pesannya jelas: dalam setiap perjalanan, selalu ada tantangan, tetapi dengan keberanian, persahabatan, dan kepedulian terhadap lingkungan, semua rintangan bisa dilalui dengan lebih ringan.

