Ketika rebananya Denis tiba-tiba rusak karena kulitnya sudah terlalu tipis, Adit dan teman-temannya mencari cara memperbaikinya tanpa harus membeli yang baru. Mereka bertanya pada Pak Haji, yang kebetulan memiliki kulit kambing kering—kulit dari kambing yang sudah disembelih dan biasa dipakai untuk memperbaiki beduk musala.
Bang Jarwo, Bang Sopo, Pak Haji, dan Pak Anas kemudian bekerja sama menurunkan dan membetulkan beduk besar. Sementara itu, Adit dan teman-teman bertugas memperbaiki rebana kecil. Suasananya riuh tapi menyenangkan, karena semua turun tangan sambil belajar cara memasang kulit rebana dan menyetel suara agar pas.
Menjelang Zuhur, beduk berhasil dipasang kembali. Bang Jarwo mencoba memukulnya, tapi malah mengenai tangannya sendiri hingga membuat semua tertawa kecil. Setelah itu, Ucup diberi kesempatan memukul beduk, sementara Adit mengumandangkan azan. Warga kampung pun bisa kembali mendengar suara beduk dengan jelas.
Amanat: Setiap anak mampu belajar hal besar jika diberi kepercayaan, dan kerja sama membuat segala pekerjaan terasa lebih ringan.

