Sore itu Adit buru-buru ingin ke lapangan karena teman-temannya sudah menunggu untuk menyiapkan acara malam hari. Namun Bunda mengingatkan Adit agar membereskan barang-barangnya terlebih dahulu dan menjaga Adel jika adiknya tidur. Adit mencoba meminta izin, tapi Bunda menegaskan bahwa janji harus ditepati. Setelah diberi izin, Adit pun berangkat.
Di lapangan, Kipli dan Ucup sudah menunggu sambil mempersiapkan perlengkapan acara beduk malam nanti. Adit datang terlambat dan merasa tidak enak. Ia kemudian mencari Denis dan Ucup untuk meminta maaf karena sudah membuat mereka menunggu. Ucup dan Denis memaafkan Adit, karena menurut mereka, orang yang meminta maaf harus diterima dengan hati lapang agar tidak menjadi dosa.
Setelah berdamai, mereka bekerja sama menata panggung dan mempersiapkan beduk besar yang akan ditabuh malam itu. Warga kampung mulai berdatangan, dan suasana menjadi meriah ketika anak-anak memukul beduk dengan irama semangat. Semua bergembira di malam spesial desa tersebut.
Amanat: Menepati janji adalah bagian dari tanggung jawab, dan meminta maaf dengan tulus akan mempererat persahabatan.

