Poster resmi terakhir La Tahzan akhirnya dirilis, memperlihatkan empat sosok yang duduk mengitari meja makan dalam atmosfer yang rapi, hangat, dan penuh senyum. Namun satu hal langsung menarik perhatian: bagian bawah meja. Kaki yang bersentuhan diam-diam, arah tubuh yang tak sepenuhnya netral, dan senyum yang seperti dipertahankan—semuanya membentuk dinamika yang jauh dari sekadar kehangatan keluarga biasa.
“Ekspresi mereka terlihat manis di poster. Tapi kalau kamu perhatiin… ada yang gak beres di bawah meja.”
— @manojpunjabimd
Di atas permukaan, ada sajian sarapan, tangan yang saling mendekat, dan tawa yang dibagi. Tapi di bawah meja, ada satu interaksi yang mungkin tak seharusnya terjadi. Sebuah gesture kecil yang menyimpan kemungkinan besar: perasaan yang tak tersampaikan, hubungan yang tak sejalan, atau bahkan pengkhianatan yang terselubung.
Visual ini bukan hanya soal estetika. Poster ini menantang cara kita memandang hubungan yang tampak sempurna di luar, tapi tak selalu utuh di dalam. Saat keempat tokoh utama duduk rapi menghadap kamera, pertanyaannya bukan hanya “siapa mereka”, tapi juga “apa yang mereka simpan?”
Tayang pada 14 Agustus 2025, La Tahzan mengangkat tema cinta, dosa, dan luka, yang seolah tercermin sepenuhnya dalam foto diam ini. Disutradarai oleh Hanung Bramantyo dan diproduksi oleh Manoj Punjabi, film ini diadaptasi dari kisah nyata Eliza Sifaa dan menjanjikan lapisan cerita yang tidak dangkal. Dan jika posternya saja sudah mengandung banyak makna, tak terbayang bagaimana kisah di layar akan bergerak.
Gaya duduk mereka mungkin pernah kita lihat dalam kehidupan nyata—keluarga yang utuh di foto, tapi tak selalu sejalan di hati. Ada yang tersenyum karena harus, ada yang memegang tangan tapi bukan dari cinta. Poster ini mewakili realita yang dirasakan banyak orang, tentang rapih di luar, tetapi pecah di dalam.
Film La Tahzan akan hadir di bioskop seluruh Indonesia mulai 14 Agustus 2025. Tapi sejak sekarang, poster ini sudah berbicara lebih dulu: bahwa bahagia itu bisa ditampilkan, tapi luka seringkali disembunyikan di tempat yang tak banyak orang lihat—seperti di bawah meja.

