Hari itu, suasana di rumah Adit terasa semarak. Bunda sedang sibuk mempersiapkan ketupat dan sayur godok. Daun kelapa pun sudah diturunkan oleh Bang Sopo dan Sopo untuk mulai dianyam. Tak disangka, Ucup mengaku bisa membuat ketupat karena pernah diajarkan oleh ayahnya. Adit dan teman-teman pun tertarik belajar bersama.
Mulanya Ucup terlihat percaya diri, tapi tak lama ia malah lupa caranya. Untung saja, Pak Sanip datang dan mengajarkan teknik cepat menganyam ketupat. Dalam waktu singkat, mereka pun mulai berlomba-lomba membuat kulit ketupat terbanyak. Siapa sangka, Adit dan Denis cukup cekatan juga!
Sementara Kipli dan Devi bertugas mengisi beras ke dalam ketupat. Mereka harus berhati-hati—beras tak boleh diisi terlalu penuh. Suasana menjadi penuh semangat, namun perut pun mulai keroncongan. Ketupat memang butuh waktu rebus hingga 4 jam!
Agar tidak bosan menunggu, Pak Sanip mencetuskan ide permainan lomba dari sisa-sisa bahan ketupat. Adit dan Ucup akhirnya ikut balapan kecil-kecilan yang seru, dengan semangat kebersamaan yang tinggi. Meski ada persaingan, ujungnya semua tetap mendapatkan jatah ketupat sayur buatan Bunda.
Episode ini mengajarkan pentingnya kerja sama, belajar budaya tradisional seperti membuat ketupat, dan bahwa semangat kekeluargaan lebih penting daripada menang atau kalah.

