Hari itu suasana seru terjadi di sekitar warung Bang Jarwo. Bang Sopo diajak anak-anak main congklak. Tapi bukan cuma main, kali ini Bang Sopo sekalian belajar berhitung bareng Meme, Ucup, dan lainnya. Biar lebih jago, kata Meme, Sopo dikasih tantangan langsung: masukin 49 biji ke tiap lubang sebanyak tujuh. Setelah itu, dihitung sisa dan dibagi. Dari sinilah Bang Sopo mulai paham konsep dasar pembagian.
Permainan congklak kali ini bukan cuma soal menang kalah. Ada pelajaran berbagi, menghitung, dan tanggung jawab. Bahkan sambil bermain, Adit sempat datang ambil terigu dan gula buat keperluan di rumah. Sopo bantu juga, tapi sempat bikin Jarwo bingung karena jumlah gula berubah. Untungnya, semua dijelasin baik-baik.
Bang Jarwo awalnya curiga. Tapi setelah lihat sendiri Sopo main congklak dan berhitung, ia malah kagum. “Ternyata kamu bisa juga ya, Sopo,” katanya. Semua jadi saling mendukung. Ucup, Meme, bahkan Pak Haji pun ikut senang lihat semangat belajar yang muncul lewat permainan sederhana.
Dari congklak, Bang Sopo bukan cuma belajar angka. Ia belajar sabar, jujur, dan kerja sama. Sebuah pelajaran kecil yang penting untuk siapa saja—anak-anak maupun orang dewasa.

