Suasana rumah Adit dipenuhi tawa saat Denis menceritakan dongeng tentang Putri Kelinci dan Raksasa Daun. Cerita ini bukan sekadar imajinasi biasa—para tokoh kecil pun ikut larut dalam petualangan penuh warna dari dongeng malam itu.
Adel terlihat sangat antusias, apalagi ketika Denis menyebut “raksasa”. Ia bertanya dengan polos, apakah raksasa itu seperti Bang Sopo. Adit pun menjelaskan bahwa raksasa itu lebih besar dari Bang Sopo, tetapi raksasa dalam cerita Denis justru lucu, bukan menyeramkan.
Cerita pun berlanjut. Putri Kelinci dikejar-kejar oleh Raksasa Daun yang merasa wortelnya dicuri. Tapi ternyata, semua hanyalah kesalahpahaman. Di tengah aksi mengejar yang heboh, teman-teman mulai mencurigai niat raksasa. Mengapa ia tak tampak jahat? Apakah ini jebakan?
Ketegangan pecah jadi kelucuan ketika warga yang siap “menyerang” malah satu per satu mundur, beralasan harus panen mangga, ambil motor, hingga mengangkat jemuran! Aksi komedi khas Bang Sopo pun memuncak saat semua tahu bahwa raksasa itu… adalah dia sendiri, sedang cosplay demi menghidupkan imajinasi anak-anak.
Ternyata, semua hanya terjadi dalam mimpi Adel yang tertidur sambil tertawa pelan. Adit dan teman-teman pun membiarkannya beristirahat, dan beralih menuju taman untuk bermain.

