Masalah mata menyeruak di pagi hari saat Pak Sanif mengeluh penglihatannya buram. Meski kacamata sudah bersih, rasa tak nyaman membuatnya cemas. Untungnya, Pak Haji mengingatkan tentang Kalim—yang pernah ikut pelatihan kesehatan mata. Maka, solusi pun tak perlu jauh-jauh.
Di sisi lain, Ucup asyik membaca buku sambil tiduran. Teguran datang karena posisi ini bisa membahayakan kesehatan mata. Tak lama, Ucup pun mulai merasa pandangannya kabur. Adit dan teman-teman segera mengajaknya ikut periksa di lapangan.
Hasil pemeriksaan mengejutkan:
- Pak Sanif ternyata hanya butuh istirahat karena matanya kelelahan.
- Ucup masih memiliki mata normal, tapi diingatkan untuk tidak membaca sambil tiduran.
Di tengah semua itu, Bang Jarwo juga ikut periksa. Ia mengeluh pandangan gelap setiap kali masuk rumah dari luar. Namun ternyata itu wajar karena mata sedang menyesuaikan cahaya.
Cerita ditutup dengan aksi Bang Jarwo yang panik karena merasa belum sempat diperiksa, padahal acara sudah selesai. Momen jenaka ini menyegarkan, sekaligus mengingatkan bahwa menjaga mata bisa dimulai dari kebiasaan sederhana—seperti posisi membaca dan cukup tidur.

