Di halaman rumah, Adel larut dalam imajinasi yang begitu hidup. Ia tampil sebagai Putri Kelinci, lengkap dengan kostum dan gaya bicara khas dongeng. Cerita dongeng dari Kak Denis menambah semarak permainan: muncul sosok Raksasa Daun yang mengejar sang putri mungil.
Adegan imajinatif berubah menjadi petualangan seru, saat Ucup dan kawan-kawan ikut dalam cerita. Mereka menduga si raksasa akan mencelakakan Putri Kelinci, lalu bersama-sama menyusun rencana pengepungan. Tapi semuanya mendadak berubah saat mereka melihat sang raksasa justru bersikap ramah, bahkan seperti melindungi.
“Lho, bukannya raksasanya malah kayak melindungi ya?” — komentar itu langsung membuyarkan semangat perang anak-anak. Satu per satu dari mereka mulai mundur dengan alasan lucu: ada yang bilang mau ambil motor di bengkel, panen mangga, hingga ngaji. Suasana menjadi kocak dan ringan.
Ternyata semua hanya terjadi dalam mimpi Adel. Ia tertidur sambil tersenyum, mungkin karena begitu bahagianya menjalani petualangan imajiner tadi. Adit pun membawanya masuk ke kamar, sementara teman-teman melanjutkan hari dengan bermain di taman.
Lewat episode ini, penonton diajak memahami dunia anak yang penuh kreativitas dan fantasi. Imajinasi bukan sekadar permainan—ia bisa membentuk empati, rasa ingin tahu, dan keakraban antarteman.

