Home Habibie Ainun 3 Apa yang membuat film Habibie & Ainun 3 berbeda?
Apa yang membuat film Habibie & Ainun 3 berbeda?

Apa yang membuat film Habibie & Ainun 3 berbeda?

by Admin

MD Interview – Hanung Bramantyo Menghadirkan Suasana Tahun 50an dalam Film Habibie & Ainun 3

Teks dari video ini dibagi dalam beberapa part agar tidak terlalu panjang. Jika koneki Anda bagus untuk menonton video, maka tidak perlu lagi membaca teks yang dibagi dalam beberapa part karena semua sudah ada dalam satu video di atas.

Lebih muda, lebih milenial dalam tanda kutip, karena memang pada saat itu, Bu Ainun dan dan teman-temannya itu tuh, bersikap, bertindak, sebagai mana anak muda milenial sekarang.

Pada tahun 1950 Indonesia itu sedang dalam kondisi membangun, sedang menuju kepada demokrasi murni.

Pada tahun 1955 itu terjadi pemilu pertama kali, yang dianggap paling demokratis dalam sejarah perkembangan pemilu di Indonesia.

Jadi di tahun, bisa dibayangkan, pada saat usai kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945, kemudian disitu anak muda merasakan bebas dari penjajahan.

Dari situ anak muda, anak milenial pada saat itu, pada saat itu merasakan euforia yang namanya menjadi dirinya sendiri, bebas menentukan diri sendiri, bebas menentukan cita-cita nya sendiri.

Tanpa ada perlu adanya sikap-sikap, mana yang pribumi, mana yang non pribumi, mana yang Belanda, udah gak ada lagi.

Nah hal itu akhirnya kemudian membuat anak-anak muda pada saat itu, itu punya pemikiran yang bermacam-macam, ada yang ada yang ada pemikiran progresif, ada yang berubah pikiran ke kiri komunis, ada yang berpikiran ke arah pokoknya intinya adalah mengalami euforia.

Makanya kemudian pada tahun 1945 ada banyak aktualisasi partai sebagaimana yang terjadi sekarang.

Jadi era tahun 1950 an orang menyebutnya itu di Indonesia, sampai kemudian tahun 1960, 65, puncaknya 65, itu adalah era-era di mana sebetulnya Sama persis dengan era era sekarang.

Jadi ditandai pada saat reformasi bergulir, kekuasaan orde baru jatuh, akhirnya kemudian muncullah kemudian pergerakan anak muda yang eforia.

Dari mulai tahun 1998, ditandai dari tahun 2000, dari tahun 2000-2019 menjelang 2020 ini, selama 20 tahun ini, itu hampir sama dengan tahun 1950 sampai dengan tahun 1665, lagi pada eforia menuju kebebasan.

Nah itu makanya kita ngambil semangat itu, menjadi spirit anak-anak muda, yang hampir sama seperti sekarang, bebas berpikiran bebas.

Berpikiran bahwa dunia itu bisa digenggam itu tuh, ya itu terjadi di era era pada saat itu, jadi ini terlihat lebih muda, lebih dinamis dibandingkan Habibie Ainun dan Rudy Habibie.

Related

Tinggalkan Balasan

%d bloggers like this: