Pak Anas khawatir pohon mangganya terus dirusak codot dan tupai. Pak Haji kemudian menyarankan memanfaatkan semut rangrang sebagai pengendali hama alami. Bang Jarwo menawarkan diri mencari sarangnya di hutan kota bersama Bang Sopo, Adit, Denis, dan Ucup.
Setelah menemukan sarang semut rangrang di antara daun yang saling menempel, Bang Jarwo langsung mencoba mengambilnya. Meski sudah diingatkan bahwa gigitan semut rangrang terasa sakit, ia hanya mengandalkan kantong plastik tanpa perlengkapan yang memadai.
Akibat kecerobohannya, Bang Jarwo malah dikerubuti dan digigit semut hingga kesakitan. Pak Haji dan Pak Hansip kemudian datang membawa sarung tangan, gunting, serta karung agar sarang dapat dipindahkan dengan lebih aman untuk membantu melindungi pohon mangga Pak Anas.
Amanat: Jangan terburu-buru melakukan pekerjaan tanpa persiapan. Peralatan yang tepat dan sikap hati-hati penting agar pekerjaan dapat diselesaikan dengan aman.

