Bang Sopo dan Ucup belajar berhitung bersama Li Mei melalui permainan tradisional congklak. Awalnya Bang Sopo merasa ragu, tetapi Li Mei mengajaknya mencoba sambil mengenalkan cara menghitung dan membagikan biji congklak ke setiap lubang.
Dengan menggunakan 49 biji congklak yang dibagi ke dalam tujuh lubang, Bang Sopo berhasil memahami pembagian sederhana. Li Mei juga menjelaskan bahwa permainan congklak bukan hanya melatih kemampuan berhitung, tetapi juga mengajarkan kebiasaan berbagi kepada orang lain.
Kemampuan baru Bang Sopo terbukti ketika ia membantu menghitung persediaan gula di warung Babacang. Bang Jarwo yang semula kebingungan akhirnya kagum melihat Bang Sopo mampu menghitung dengan benar. Ia bahkan tertarik mempelajari congklak setelah mengetahui manfaatnya.
Amanat: Belajar tidak mengenal usia dan dapat dilakukan melalui permainan yang menyenangkan. Dengan kemauan, kesabaran, dan latihan, kemampuan berhitung akan semakin baik serta bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.

