Bemo Mogok di tempat yang Tidak Tepat | Adit & Sopo Jarwo

Panas terik siang itu membuat suasana di Kampung Karet Berkah semakin ramai. Di tengah jalan menanjak, bemo tua milik Bang Jarwo tiba-tiba mogok di tempat yang tidak tepat. Sopo, yang duduk di sampingnya, panik. “Bos, ini tanjakannya curam banget, kalau mundur bahaya!” Bang Jarwo mengusap keringatnya, lalu dengan nada tegas berkata, “Tenang, Sopo! Kita ini pantang menyerah. Dorong sampai bisa naik!”

Sopo pun mencoba mendorong bemo dengan sekuat tenaga, walau perutnya kosong karena sarapan tadi ia berikan ke Bang Jarwo. Mereka berdua tampak kewalahan, tapi semangat pantang menyerah tak padam. “Dorong terus, Sopo! Kalau berhasil nanti tak traktir nasi uduk!” kata Bang Jarwo, mencoba memberi semangat.

Di sisi lain, warga kampung sudah menunggu di lapangan untuk acara bersama. Adit, Denis, dan Pak Anas yang melihat kejadian itu segera datang menolong. Mereka bergotong royong — Adit memegang tali pengaman, Denis menahan roda agar tidak mundur, dan Pak Anas memberi aba-aba dengan tenang. “Bismillahirrahmanirrahim, dorong pelan-pelan, jangan panik!”

Setelah usaha keras, akhirnya bemo tua itu bisa naik dan mesin kembali hidup. Semua bersorak gembira. Bang Jarwo menatap Sopo sambil tersenyum lelah, “Capek sih, tapi lihat… kalau kita kompak, semua bisa beres.”

Hari itu menjadi pelajaran berharga: seberat apa pun tantangan, kalau dilakukan bersama dengan niat baik dan semangat pantang menyerah, pasti ada jalan keluarnya.

Tinggalkan BalasanCancel reply