Bang Jarwo tergoda sebungkus gado-gado yang tertinggal di warung. Karena tidak tahu pemiliknya, Adit mengingatkan agar makanan tersebut tidak langsung disantap. Bisa saja gado-gado itu milik seseorang yang sengaja membelinya untuk orang tersayang.
Tak lama kemudian, Babacang datang dan menjelaskan bahwa gado-gado tersebut memang dibeli untuk makan siang Bang Jarwo dan Bang Sopo. Keduanya pun lega karena ternyata makanan itu memang untuk mereka.
Gado-gado akhirnya dinikmati bersama Adit dan yang lainnya. Cerita ini mengajarkan agar tidak mengambil sesuatu yang belum jelas pemiliknya serta membiasakan diri berbagi dengan sesama.

