Melepas Hewan ke Habitat Aslinya | Adit & Sopo Jarwo

Hari itu Ucup dan Kipli sedang seru-seruan lomba balap kelomang di kampung. Semua anak tertawa melihat kelomang mereka berlomba, sampai akhirnya Ucup menang dan berteriak gembira. Namun, Adit yang melihat justru tampak prihatin. Ia mengingatkan bahwa kelomang bukanlah mainan, tetapi makhluk hidup yang punya habitat sendiri.

Adit menjelaskan bahwa kelomang darat seharusnya hidup di daerah berpasir dekat pantai atau semak-semak yang lembap. Jika terus dipelihara di rumah tanpa perawatan yang sesuai, kelomang bisa mati. Awalnya Ucup menolak karena sudah sayang dengan kelomangnya, tapi setelah mimpi buruk melihat kelomangnya berubah besar dan mengejarnya, ia pun sadar.

Akhirnya, bersama Kipli, Adit, dan Pak Haji, mereka melepas kelomang ke tempat yang mirip habitat aslinya. Semua belajar bahwa menyayangi hewan berarti menjaga mereka agar bisa hidup di tempat yang seharusnya, bukan menjadikannya hiburan. Ucup pun berjanji tak akan main balap kelomang lagi dan memilih olahraga lari saja bersama teman-temannya — karena menjaga kehidupan lebih indah daripada sekadar menang lomba.

Tinggalkan BalasanCancel reply