Bemo Mogok di Malam yang Mencekam | Adit & Sopo Jarwo

Malam itu suasana kampung terasa berbeda. Langit mendung, hujan mulai turun pelan-pelan, dan udara malam semakin dingin. Bunda dan Ayah Adit sedang menuju Bandung untuk menjenguk Pakde, meninggalkan Adit di rumah bersama Bang Sopo dan Bang Jarwo. Semua berjalan tenang sampai tiba-tiba kabar datang — bemo kesayangan Bang Jarwo mogok di tengah jalan saat hujan deras.

Sementara itu di rumah, Adit dan Denis sedang belajar untuk ulangan besok. Bang Sopo berusaha menenangkan keduanya, tapi malam makin larut dan Bang Jarwo belum juga datang. Saat semuanya mulai tenang, suara aneh terdengar dari luar rumah. Adit dan Denis menatap satu sama lain dengan wajah pucat. “Bang Sopo, itu suara apa ya?” tanya Adit dengan nada bergetar. Mereka bertiga berjalan perlahan ke arah jendela, menahan napas di setiap langkah.

Tiba-tiba terdengar suara salam dari luar. “Assalamualaikum!” seru seseorang. Adit dan Denis langsung menjerit kecil — tapi ternyata itu Bang Jarwo yang akhirnya datang! Dengan wajah lelah dan pakaian basah kuyup, ia menjelaskan kalau bemo-nya mogok di jalan dan harus didorong sendirian di bawah hujan. Meski lelah, Bang Jarwo tetap tertawa kecil, menenangkan anak-anak yang ketakutan.

Malam itu ditutup dengan tawa ringan dan secangkir teh hangat di ruang tamu. Dari kejadian itu, Adit dan teman-temannya belajar bahwa keberanian bukan berarti tidak takut, tapi tetap bertahan dan berdoa meski dalam keadaan sulit. Sementara Bang Jarwo tersenyum lega, bersyukur karena semua selamat dan siap menyambut hari baru dengan semangat persahabatan yang semakin kuat.

Tinggalkan BalasanCancel reply