Bang Irin membawa hasil kebun berupa ubi dan talas untuk dikirim ke warung Babacang. Ia menumpang motor Bang Jarwo dan berjanji membelikan bensin setelah mendapat pembayaran. Namun, motor tiba-tiba mogok sehingga keduanya berselisih mengenai bensin dan kesepakatan mereka.
Pak Haji membantu Bang Jarwo dan Bang Irin mengingat kembali kejadian sebenarnya. Setelah menjelaskan masalah masing-masing, keduanya akhirnya saling meminta maaf dan kembali menjalankan tanggung jawab untuk mengantarkan ubi serta talas kepada Babacang.
Setibanya di warung, hasil pertanian tersebut dimasak menjadi ubi dan talas goreng oleh Li Mei. Hidangan sederhana itu kemudian dinikmati bersama warga dengan penuh kebersamaan dan suasana gembira.
Amanat: Kesalahpahaman sebaiknya diselesaikan dengan kepala dingin dan saling memaafkan. Menjalankan amanah dengan ikhlas serta berbagi hasil yang dimiliki dapat membawa kebahagiaan bagi banyak orang.

